UNDIP Global Classroom Menyoroti Peran Evaluasi Ekonomi dalam Memperkuat Kebijakan Kesehatan Berbasis Bukti

Sebagai bentuk dukungan menuju World Class University, Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro turut berkontribusi dengan menyelenggarakan UNDIP Global Classroom dengan topik “Introduction to Economic Evaluation in Healthcare” pada Jumat, 24 April 2026. Pada kegiatan ini mengundang Rabiah Al Adawiyah, MD., Ph.D dari University of Melbourne dan dipandu oleh moderator Putri Asmita Wigati, SKM., M.Kes, Kepala Bagian AKK FKM UNDIP. Kegiatan ini adalah merupakan bagian dari mata kuliah Ekonomi dan Pembiayaan Kesehatan yang diberikan pada seluruh mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat semester IV.

Topik pada UGC ini membahas pentingnya evaluasi kesehatan sebagai dasar pengambilan Keputusan di bidang kesehatan dan mendukung tujuan nomor 3 dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu “Good Health and Well Being”. Pada paparannya, Rabiah AL Adawiyah, MD., PhD menekankan pentingnya evaluasi ekonomi dalam kesehatan untuk memastikan alokasi sumber daya yang terbatas dapat memberikan manfaat maksimal, melalui pendekatan seperti cost-effectiveness dan cost-utility analysis. Materi ini menyoroti pentingnya efisiensi, pemerataan akses, dan pengambilan kebijakan berbasis data dalam mendukung keberhasilan program kesehatan serta tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Sesi ini dilengkapi dengan diskusi interaktif dengan para peserta.

Pada akhir sesi, Kepala Bagian AKK, Putri Asmita Wigati, SKM., M.Kes menyampaikan bahwa metode analisis ekonomi sangat bervariasi dan memiliki peran yang sangat penting untuk pengambilan keputusan yang berbasis bukti. Khususnya pada program kesehatan dimana harus menyusun suatu program dengan mempertimbangkan manfaat secara menyeluruh dan merata untuk seluruh masyarakat. Dengan adanya UNDIP Global Classroom untuk mata kuliah Ekonomi dan Pembiayaan Kesehatan, diharapkan mahasiswa mendapatkan gambaran terkait evaluasi ekonomi dan diharapkan mahasiswa lebih tertarik untuk mempelajari bidang ekonomi kesehatan sehingga di masa yang akan datang akan ada lebih banyak lagi evaluator ekonomi kesehatan di Indonesia. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi FKM UNDIP, khususnya Bagian AKK untuk menjalin Kerjasama lebih lanjut dalam bidang tri dharma perguruan tinggi lainnya.