PROGRAM Enhancing Quality Education for International University Recognition (EQUITY Project), merupakan salah satu kegiatan World Class University (WCU) Universitas Diponegoro. Kegiatan ini menggandeng supervisor dari Universitas Malaysia Sabah, dengan H-Index tinggi, untuk melakukan pembimbingan bersama. Kegiatan Join Supervisor ini dilakukan secara daring dan secara luring. Kegiatan daring telah dilakukan pada bulan Januari dan Pebruari 2026. Supervisor sebagai mitra adalah Prof. Kamruddin Ahmed BMHRC, Universitas Malaysia Sabah, yang memiliki H-Indeks 30.

Kegiatan lanjutan adalah kunjungan ke UNDIP untuk melakukan rangkaian kegiatan di FKM UNDIP. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 18 – 20 Mei 2026, dengan berbagai aktifitas. Kegiatan utama adalah kelanjutan supervisor bersama untuk mahasiswa S2 dan mahasiswa S3. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah M. Kamali Zaman, mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat FKM UNDIP, Nethi Puspitha Sari dan Jessyca Widya Pratiwi, dari Magister Kesehatan Lingkungan UNDIP. Kegiatan juga diikuti mahasiswa mahasiswa dari Malaysia yang sedang melakukan kegiatan inbound student di Universitas Diponegoro, Muhammad Ashraff bin Zurkarnain, Master’s program: Master of Science (Environmental Science), Department of Eart Science and Environment, Faculty of Science and Technology Universiti Kebangsaan Malaysia.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan selama di FKM Universitas Diponegoro adalah lanjutan supervisor untuk mahasiswa S2 dan S3. Kegiatan lain adalah diskusi dengan Dekan dan Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan dan Wakil Dekan Sumberdaya FKM. Kegiatan juga dilakukan untuk menggali potensi kolaborasi internasional dengan dosen Epidemilogi dan Kesehatan Lingkungan UNDIP. Diskusi tersebut focus pada Zoonotic Diseases, yang merupakan salah satu focus penelitian dosen di FKM UNDIP. Pemberian kuliah untuk mahasiswa S1, dan S2, Kesehatan lingkungan dan Epidemiologi, menjadi akhir dari kegiatan join supervisor.

Pada kesempatan diskusi dengan pimpinan FKM, juga dibuka potensi kerjasama dengan Mr Egawa yang merupakan penghubung untuk kerjasama dengan pendanaan projects JICA Japan International Cooperation Agency, lembaga bantuan pembangunan resmi milik pemerintah Jepang. Potensi lain adalah kerjasama yang saat ini telah dilakukan oleh Universitas Sabah Malaysia, Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS), pada proyek Malaria. Potensi kerjasama dalam penelitian pada Malaria – Kera di sekitar Ibukota Nusantara, merupakan kegiatan jangka pendek yang bisa ditindaklanjuti. Pertemuan internasional yang dimungkinkan adalah Joint Coordination Committee JCC, merupakan pertumuan rutin tahunan. Dibutuhkan kunjungan lanjutan untuk menajamkan rangkaian kerjasama, merupakan langkah nyata untuk kelanjutan kerjasama.