Empat Mahasiswa FKM Undip Asah Kompetensi Epidemiologi dan Entomologi Molekuler di Korea Selatan

Korea Selatan, 2 Maret–1 April 2026 – Empat mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti program pertukaran pelajar di dua universitas terkemuka dunia, yaitu Yonsei University dan Kangwon National University.

Program yang berlangsung selama satu bulan ini merupakan bagian dari Enhancing Quality Education for International University Recognition (EQUITY Project) yang didukung oleh Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas akademik mahasiswa melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan riset internasional. Empat mahasiswa yang terpilih, yaitu Surya Natanegara, Mutiara Rizqi Yuwanita, Ajeng Dwi Wusono, merupakan mahasiswa peminatan Entomologi dan Nabila Gusvie Qanita, merupakan mahasiswa semester empat yang berhasil lolos seleksi dan mengikuti program pembelajaran intensif di Korea Selatan. Selama program berlangsung, mereka tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan laboratorium yang memperkuat kompetensi di bidang epidemiologi dan entomologi molekuler.

Di Yonsei University, mahasiswa mendapatkan pelatihan dasar hingga menengah dalam teknik biologi molekuler yang menjadi fondasi penelitian penyakit menular. Kompetensi yang diperoleh mencakup penerapan Good Laboratory Practice (GLP), teknik ekstraksi dan amplifikasi DNA, serta penggunaan metode diagnostik molekuler seperti PCR, qPCR, dan RT-PCR. Mahasiswa juga diperkenalkan pada teknologi sekuensing DNA, termasuk Sanger sequencing dan Next Generation Sequencing (NGS), yang berperan penting dalam deteksi dan karakterisasi patogen.

Pengalaman berlanjut di Kangwon National University, di mana mahasiswa memperdalam keterampilan praktis melalui hands-on training di laboratorium berstandar internasional. Mereka mempelajari teknik lanjutan yang mendukung riset molekuler, sekaligus memahami bagaimana pendekatan laboratorium diterapkan dalam studi penyakit menular dan vektor penyakit.

Lebih dari sekadar penguasaan teknik, program ini juga membentuk pola pikir ilmiah mahasiswa—mulai dari ketelitian dalam bekerja di laboratorium, pemahaman terhadap standar riset global, hingga kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis data. Interaksi dengan peneliti internasional turut memperkaya perspektif mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kesehatan masyarakat di tingkat global.

Melalui pengalaman ini, keempat mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen penggerak dalam pengembangan riset epidemiologi dan entomologi molekuler di Indonesia. Kompetensi yang diperoleh selama program menjadi bekal penting untuk menjawab tantangan penyakit menular berbasis bukti ilmiah.

Partisipasi ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dalam mendorong pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kolaborasi internasional. Dengan terus memperluas jejaring global, FKM Undip berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.