Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM UNDIP) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui Program Mobiliti Pensyarah dan Mahasiswa ke Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan (FPSK), Universiti Putra Malaysia (UPM). Kegiatan yang berlangsung pada 1-25 Juni 2026 ini menjadi ruang kolaborasi akademik untuk meningkatkan mutu penelitian, publikasi ilmiah, dan pengalaman belajar lintas negara bagi dosen serta mahasiswa UNDIP.
Program mobiliti diawali dengan majelis perasmian, pengenalan lingkungan akademik FPSK UPM, serta penguatan agenda penelitian bersama supervisor. Pada minggu pertama, peserta mengikuti Seminar Projek Penyelidikan dan Seminar Penulisan Manuscript sebagai fondasi awal untuk menyusun naskah ilmiah yang siap dikembangkan menuju publikasi. Agenda ini menekankan ketepatan rumusan masalah, penguatan metodologi, kejelasan kontribusi ilmiah, serta strategi penyusunan artikel yang sesuai dengan standar jurnal bereputasi.
Rangkaian kegiatan berikutnya berfokus pada analisis data kajian, critical appraisal, serta pengenalan instrumentasi laboratorium Environmental Health and Occupational Safety (EH & OSH). Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai kualitas data, pemilihan pendekatan analisis, interpretasi hasil, dan penguatan argumen ilmiah dalam manuscript. Pendekatan tersebut penting agar riset kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi berbasis bukti.
Peserta Program International Student Echange (outbond) diikuti oleh 7 (tujuh) mahasiswa FKM UNDIP tingkat sarjana sebanyak 3 mahasiswa dan 4 mahasiswa Tingkat magister, yaitu : 1. Talenta Yemima (S1-Kesmas), 2. Muhammad Auliya Rahman (S2 MKL), 3. Jessyca Widya Pratiwi (S2 MKL), 4. Salsabilla Aulia Safitri (S1-Kesmas), 5. Nabilah Zahra (S2 MKL), 6. Esti Widyastuti Prabasukma (S2 MKL) dan 7. Michael Sebastian Lie, (S1-Kesmas)
Sambutan luar biasa oleh Prof. Juliana sebagai pengelola program studi di FPSK UPM, supervisor, jawatankuasa mobiliti, dosen pendamping, dan seluruh peserta mahasiswa.Ketua rombongan, Dr. Ling. Ir. Tri Joko, M.Si, menyampaikan bahwa program ini dirancang bukan hanya sebagai kunjungan akademik, tetapi sebagai proses produksi luaran yang terukur. Output utama kegiatan meliputi terlaksananya seminar akademik, tersusunnya draft manuscript penelitian, meningkatnya kapasitas peserta dalam analisis dan penulisan ilmiah, serta presentasi akhir oleh masing-masing peserta sebagai bentuk akuntabilitas akademik.
Seminar, Manuscript, dan Presentasi Akhir Peserta
Selain seminar proyek penelitian dan seminar penulisan manuscript, kegiatan juga diarahkan pada pendalaman tema riset peserta, mulai dari kualitas udara dalam ruang, pajanan debu dan kesehatan paru, faktor iklim dan leptospirosis, pajanan hidrogen sulfida pada pemulung, PM2.5 dan risiko kardiovaskular, indeks kerentanan tuberkulosis, hingga determinan spasial-lingkungan penyakit berbasis wilayah. Keragaman tema tersebut menunjukkan relevansi program terhadap isu kesehatan lingkungan, epidemiologi, dan keselamatan-kesehatan kerja yang terus berkembang.
Pada minggu ketiga, peserta menyusun draft manuscript penerbitan serta mengikuti Seminar on Communicable Disease. Sesi ini memperluas wawasan peserta dalam membaca masalah kesehatan masyarakat secara interdisipliner, terutama pada penyakit menular yang dipengaruhi perubahan lingkungan, mobilitas penduduk, kondisi sosial, serta kualitas sistem pemantauan kesehatan.
Puncak kegiatan ditandai dengan Seminar Pembentangan Hasil Penyelidikan pada minggu keempat. Dalam sesi akhir ini, masing-masing peserta mempresentasikan perkembangan riset, rancangan analisis, temuan awal, dan rencana penyempurnaan manuscript. Presentasi individual menjadi ruang evaluasi ilmiah sekaligus sarana mendapatkan umpan balik dari supervisor, dosen pendamping, dan peserta lain.
|
Output kegiatan: seminar akademik, penguatan analisis data, critical appraisal, draft manuscript publikasi, pembimbingan riset, dan presentasi akhir masing-masing peserta. |
Melalui program ini, FKM UNDIP menegaskan komitmennya untuk memperkuat rekognisi internasional, budaya publikasi, serta jejaring kolaborasi riset dengan perguruan tinggi mitra. Kolaborasi UNDIP-UPM diharapkan berlanjut dalam bentuk publikasi bersama, pengembangan proposal riset, pertukaran akademik, dan penguatan kapasitas mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdampak bagi kesehatan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan apresiasi kepada FPSK UPM, supervisor, jawatankuasa mobiliti, dosen pendamping, dan seluruh peserta yang telah aktif mengikuti rangkaian program. Semangat yang dibawa dari program mobiliti ini diharapkan menjadi modal penting untuk menghasilkan manuscript berkualitas dan memperluas kontribusi FKM UNDIP di tingkat regional maupun global.

Serah terima cendera mata dalam rangkaian pembukaan program mobiliti.

Sesi diskusi dan penyampaian gagasan penelitian di ruang pertemuan.

Peserta mempresentasikan rancangan dan perkembangan riset masing-masing.

Kegiatan koordinasi akademik dan pembimbingan bersama.