Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Hukum internasional di bidang kesehatan cukup berpengaruh dalam pembentukan hukum kesehatan di Indonesia seperti hukum mengenai hak asasi manusia di bidang kesehatan, penanganan pandemi, dan health tourism. Meskipun pada negara berkembang seperti Indonesia, hukum internasional dianggap sebagai lapisan terluar dari tatanan hukum di bawah hukum nasional. hukum kolonial, hukum agama serta hukum adat, tetapi hukum internasional di bidang kesehatan dapat menjadi acuan dalam penyusunan hukum nasional terkait isu kesehatan terkini seperti hukum teknologi kesehatan (telemedicine ataupun artificial intelligence), penanganan tuberkulosis, kebijakan kawasan tanpa rokok dan sebagainya. Kajian dan pemetaan lebih mendalam mengenai implikasi hukum internasional kepada hukum kesehatan di tataran nasional penting dilakukan.
Oleh karena itu, Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro menyelenggarakan webinar visiting professor mengenai “Implications of International Laaws for Domestic Public Health” dengan narasumber Prof. mr.dr.B.C.A.(Brigit) Toebes dari University of Groningen, Belanda.
Webinar ini diselenggarakan melalui daring (zoom) yang juga disiarkan secara live melalui youtube FKM UNDIP Official. Acara ini diikuti oleh 105 peserta yang merupakan mahasiswa S1 dan S2 FKM UNDIP. Acara diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Dr. Budiyono, SKM, M.Kes yang dilanjutkan penyampaian materi oleh Prof. Brigit Toebes dengan moderator acara Wulan Kusumastuti, SH, M.H.
Dalam paparannya, Prof. Brigit Toebes menyampaikan pentingnya kolaborasi berbagai negara dalam mengembangkan hukum kesehatan internasional maupun global health policy terutama terkait kebijakan masa pandemi, kebijakan terkait eliminasi tuberkulosis maupun kebijakan mengenai rokok. Pada sesi diskusi, para peserta aktif bertanya mengenai isu-isu terkini di bidang kesehatan.
“ New insight about international laws for domestic public health and its implication! I’m so grateful and excited for the webinar” salah satu peserta menyampaikan feedback pasca berlangsungnya acara tersebut. Webinar visiting professor diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber maupun moderator dan ditutup oleh pembawa acara.