Rangkaian Rakernas AIPTKMI ke-XVI: Bahas Penguatan Peran Tenaga Kesmas Menuju Indonesia Emas 2045

Pada tanggal 29 Oktober – 1 November 2025, Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) Regional Tengah I – Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Dr. Budiyono, SKM., M.Kes, mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggara rangkaian kegiatan Workshop dan Rapat Kerja Nasional ke XVI AIPTKMI tahun 2025. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan workshop yang dilaksanakan di FKM UNDIP, dilanjutkan dengan Grand Final The 4th IPHO (Indonesia Public Health Olympiad) dan ditutup dengan Rapat Kerja Nasional AIPTKMI ke-XVI yang diselenggarakan di The Wujil Resort & Convention.

Workshop Pra-Rakernas diikuti 228 peserta dari berbagai institusi Pendidikan Kesehatan Masyarakat di seluruh Indonesia, dan melibatkan kurang lebih 15 narasumber dari berbagai ahli, praktisi, dan akademisi dari berbagai institusi. Terdapat 7 topik Workshop yang dibuka pada rangkaian kegiatan ini, yaitu yaitu, Penyusunan Kurikulum OBE, Penyusunan dan evaluasi RPL tipe A, Kesehatan Reproduksi dalam Bencana, Menulis Produktif-Artikel Ilmiah Menggunakan AI, Policy Brief, Akreditasi Instrumen Baru, Health Equity Assessment Tools (HEAT) dari WHO.

FKM UNDIP juga menerima delegasi finalis peserta Grand Final The 4th IPHO/Indonesia Public Health Olympiad yang memiliki berbagai cabang kompetisi dan diikuti oleh perguruan tinggi Kesehatan Masyarakat di Indonesia dengan jumlah tim sebanyak 214 Tim dengan total 590 peserta. Olimpiade ini melibatkan 44 perguruan tinggi yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional dengan tema Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat dalam Mendukung Asta Cita: Penguatan Strategi Promotif dan Preventif yang Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas yang diselenggarakan pada tanggal 1 November 2025 di The Wujil Resort & Conventions. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin turut hadir sebagai keynote speaker serta dilanjutkan dengan plenary session dengan narasumber dari SDMK Kemenkes RI, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemdukbangga/BKKBN, Sekjen Kemensos RI, Tohoku University, UNFPA, BGN, BNPB RI, Deputi Bidang Kesga Kemenkes RI.

Pada pidatonya, Menteri Kesehatan RI, menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan mendukung untuk proses pendirian Pendidikan profesi kesehatan masyarakat, serta menyampaikan bahwa kedepannya profesi kesehatan masyarakat akan ditetapkan sebagai jabatan fungsional yaitu jabatan fungsional Kesehatan Masyarakat, tidak lagi dibedakan menjadi tenaga epidemiologi, promosi kesehatan, adminkes, dan lain sebagainya. Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Dirjen Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Farianti, M.Epid, bahwa Kementerian Kesehatan ke depan akan memproses kebijakan terkait penyatuan jabatan fungsional bagi tenaga Kesehatan Masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dihadapan seluruh peserta yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi bidang kesehatan masyarakat dari seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan semua perguruan tinggi bidang kesehatan masyarakat memiliki persepsi yang sama terkait Pendidikan profesi kesehatan masyarakat serta masa depan tenaga kesehatan masyarakat di Indonesia dan dapat mempersiapkan institusi Pendidikan dalam memperkuat kompetensi tenaga masyarakat di masa depan dalam mendukung Asta Cita Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).