Pulau Terluar dengan Segala Ketertinggalan Masalah Kesehatannya

Pulau Enggano hingga kini masih menghadapi berbagai permasalahan serius di sektor kesehatan. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Ekspedisi Patriot yang dilakukan oleh Anggie Putri Kurniasari bersama tiga anggota tim lainnya, didampingi dosen pembimbing Dr. Ir. Yasser Wahyuddin, S.T., M.T. Kegiatan ini menjadi saksi langsung keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang dialami masyarakat setempat.

Berdasarkan wawancara dengan Kepala Rumah Sakit Bergerak Enggano (RSBE), Komalasari, permasalahan utama yang dihadapi RSBE adalah minimnya tenaga medis. Bahkan, ia mengaku pernah harus menjaga pasien seorang diri karena tidak adanya tenaga ahli medis lain. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat lebih memilih berobat ke puskesmas dibandingkan RSBE, karena puskesmas memiliki tenaga medis yang lebih banyak.

Selain itu, sejumlah alat kesehatan di RSBE tidak terpakai dan kurang terawat. Keterbatasan layanan juga diperparah dengan ketersediaan dokter yang hanya hadir selama dua minggu dalam satu bulan. Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan layanan dokter di luar waktu tersebut tidak dapat memperoleh pelayanan medis.

Dokter yang bertugas di Enggano pun hanya merupakan dokter umum, sehingga RSBE tidak mampu menangani penyakit berat dan harus merujuk pasien ke rumah sakit di Kota Bengkulu. Namun, proses rujukan sering kali terkendala oleh akses transportasi yang tidak

tersedia setiap hari. Kapal laut hanya beroperasi dua kali dalam seminggu, sementara pesawat perintis jenis Susi Air mengharuskan pemesanan tiket jauh hari sebelum keberangkatan.

Keterbatasan akses tersebut kerap menghambat penanganan kasus darurat (emergency) dan berpotensi memperparah kondisi pasien hingga berujung pada kematian. Oleh karena itu, sektor kesehatan di Kecamatan Enggano dinilai masih memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Pemerintah Provinsi Bengkulu, hingga Pemerintah Pusat, sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan di wilayah pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia.