Kegiatan Ekspedisi Patriot yang dilaksanakan di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, menyoroti persoalan keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan kondisi kesehatan lingkungan di wilayah pedesaan terpencil. Salah satu rangkaian kegiatan dilakukan di Desa Suak Jampak melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan warga setempat. Kegiatan ini diikuti oleh Nafa’atul Manahil Salsabilla bersama tiga anggota Ekspedisi Patriot lainnya, dengan pendampingan dosen Dr. Yusniar Hanani Darundiati, STP., M.Kes.
Dalam kegiatan tersebut, tim Ekspedisi Patriot melakukan dialog langsung dengan Ibu Lilis, seorang warga transmigran pendatang dari Tigalingga yang telah lama menetap di Desa Suak Jampak. Dari hasil wawancara, terungkap bahwa akses menuju desa tersebut masih sangat terbatas dan membutuhkan perhatian serius. Letaknya yang jauh dari pusat Kota Subulussalam serta dari kecamatan yang memiliki fasilitas puskesmas menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Secara administratif, Desa Suak Jampak memiliki Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Namun, fasilitas tersebut tidak berfungsi secara optimal karena tidak adanya tenaga kesehatan, khususnya bidan desa. Ibu Lilis menjelaskan bahwa bidan yang sebelumnya bertugas sudah tidak lagi berada di desa sejak masa kehamilan hingga pasca melahirkan, sehingga masyarakat tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan dasar secara langsung di wilayah tempat tinggal mereka.
Keterbatasan tersebut berdampak nyata pada kondisi kegawatdaruratan. Ibu Lilis menceritakan pengalamannya ketika anaknya mengalami luka bakar akibat terkena minyak goreng panas hingga menyebabkan kulit melepuh. Pada saat kejadian, keluarga mengalami kesulitan untuk mendapatkan pertolongan medis karena tidak tersedia tenaga kesehatan di desa, tidak ada klinik, serta tidak adanya ambulans desa. Akses jalan menuju fasilitas kesehatan juga berada dalam kondisi buruk, gelap, dan memiliki banyak percabangan tanpa penerangan jalan, sehingga menyulitkan mobilitas, terutama pada malam hari.
Untuk memperoleh layanan kesehatan, warga Desa Suak Jampak harus menempuh perjalanan jauh menuju Kota Subulussalam atau melewati kawasan perkebunan kelapa sawit PT Asdal yang minim penerangan, kemudian berbelok menuju wilayah Aceh Selatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor geografis dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi hambatan utama dalam pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Selain persoalan pelayanan kesehatan, kondisi kesehatan lingkungan di Desa Suak Jampak juga menjadi perhatian. Akses air bersih masih sangat terbatas, di mana dua rumah tangga harus berbagi satu sumur yang kualitas airnya sudah keruh dan tidak layak konsumsi. Akibatnya, warga terpaksa mengambil air dari sungai dengan akses yang cukup sulit dilalui. Situasi ini diperparah dengan adanya banjir rutin tahunan yang berpotensi mencemari sumber air dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Melalui kegiatan Ekspedisi Patriot ini, tim berupaya mendokumentasikan secara langsung kondisi kesehatan masyarakat dan lingkungan di wilayah terpencil. Temuan di Desa Suak Jampak menunjukkan bahwa permasalahan kesehatan masyarakat tidak terlepas dari kondisi lingkungan dan infrastruktur dasar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan perhatian bagi pemangku kepentingan dalam upaya pemerataan akses pelayanan kesehatan serta peningkatan kualitas lingkungan hidup masyarakat pedesaan.