Chiang Rai, Thailand – Dion Zein Nuridzin, SKM, MKM, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip), berhasil mengikuti konferensi tahunan Asia-Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH) 2025 yang diselenggarakan oleh Mae Fah Luang University, Chiang Rai, Thailand, pada 4–7 November 2025.
Pada konferensi bertajuk “Public Health in the Era of Global Challenges” ini, Dion mempresentasikan makalah ilmiah berjudul “Examining Disparities in Total Fertility Rate Among Indonesian Women from 2007 to 2017” di sesi paralel yang dihadiri pakar kesehatan masyarakat se-Asia Pasifik.
Sebelum konferensi utama, beliau juga mengikuti Pre-Conference Workshop bertema “Systems Thinking Model Building” yang dipandu langsung oleh Prof. Nobuo Nishi dari Graduate School of Public Health, St. Luke’s International University, Jepang.
Selama kegiatan International Academic Networking (IAN) ini, Dion berhasil memperluas dan memperkuat jejaring akademik dengan institusi-institusi ternama dunia, antara lain:
-
Curtin University dan University of Queensland (Australia)
-
Mae Fah Luang University (Thailand)
-
St. Luke’s International University (Jepang)
-
Universiti Malaya (Malaysia)
-
Department of Global Health Policy, Graduate School of Medicine, The University of Tokyo (Jepang)
-
serta puluhan universitas dan lembaga kesehatan masyarakat lain dari kawasan Asia-Pasifik.
Kegiatan ini didanai penuh oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro sebagai bagian dari program internasionalisasi dan peningkatan kapasitas dosen.
Dion Zein Nuridzin, SKM, MKM, menyatakan:
“Partisipasi di APACPH 2025 tidak hanya memberikan kesempatan untuk menyebarluaskan hasil riset tentang ketimpangan fertilitas di Indonesia, tetapi juga membuka pintu kolaborasi riset jangka panjang dengan beberapa universitas terbaik di kawasan Asia-Pasifik. Workshop systems thinking bersama Prof. Nishi juga sangat memperkaya cara pandang saya dalam memodelkan isu kesehatan masyarakat yang kompleks.”

