Keterbatasan Infrastruktur Jalan Ancam Kesehatan Warga Transmigran

Keterbatasan infrastruktur jalan masih menjadi persoalan utama yang dihadapi warga transmigran di Desa Uematopa, Kawasan Transmigrasi Padauloyo. Kondisi jalan yang memprihatinkan ini terungkap saat Tim Ekspedisi Patriot Padauloyo Undip dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan Muhammad Faiq Adi Pratomo, S.I.P., M.Sc. melakukan observasi langsung di lapangan. Jalan desa yang menjadi akses utama warga belum mampu mendukung mobilitas masyarakat secara aman dan lancar.

Desa Uematopa merupakan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) binaan yang mulai dibangun pada tahun 2022. Sebagai kawasan transmigrasi yang masih dalam tahap awal pengembangan, ketersediaan infrastruktur dasar, khususnya jalan, masih sangat terbatas. Terlebih pada kondisi cuaca hujan, akses jalan menjadi sulit dilalui sehingga aktivitas warga, termasuk akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan ikut terdampak.

Dari sudut pandang salah satu anggota tim, Annisatul Muniroh yang merupakan mahasiswa kesehatan masyarakat, keterbatasan akses jalan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Warga membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama untuk menjangkau fasilitas kesehatan terdekat, bahkan dalam situasi kegawatdaruratan. Hambatan ini meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia.

Dalam kegiatan wawancara yang dilakukan tim, Samuel, salah satu perwakilan masyarakat menyampaikan warga Desa Uematopa menghadapi kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan karena jalan yang tidak memadai.

Pernah ada kejadian warga desa kami meninggal dalam perjalanan karena lamanya waktu tempuh ke fasilitas kesehatan yang memadai”, ungkap Samuel.

Selain menghambat akses pelayanan kesehatan, kondisi jalan yang belum memadai juga berdampak pada kesehatan lingkungan. Genangan air di sepanjang jalan serta kondisi permukaan yang tidak stabil berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan penyakit berbasis lingkungan. Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan infrastruktur jalan memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat transmigran.

Melalui kegiatan Ekspedisi Patriot, tim berupaya mendokumentasikan kondisi faktual di Desa Uematopa sebagai bagian dari advokasi kesehatan berbasis lapangan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan transmigrasi. Infrastruktur yang memadai menjadi prasyarat penting dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat transmigran.