Inovasi Pemetaan Masalah Kesehatan Berbasis FGD Partisipatif di Kawasan Transmigrasi Kodi–Loura–Wewewa

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Muhammad Ghifari, bersama tim Ekspedisi Patriot melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di kawasan transmigrasi Kodi–Loura–Wewewa, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Ayun Sriatmi, S.KM., M.Kes. sebagai bagian dari kegiatan pengabdian dan pembelajaran mahasiswa di masyarakat.

FGD yang dilaksanakan oleh Muhammad Ghifari dan tim melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam diskusi tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi di kawasan transmigrasi, dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan sebagai permasalahan yang paling mendesak.

Kalau ada warga yang sakit mendadak, kami sering kesulitan ke puskesmas karena jaraknya jauh dan kondisi jalannya rusak, terutama saat musim hujan,” ungkap salah satu perwakilan masyarakat dalam FGD.

Selain akses pelayanan kesehatan, peserta FGD juga menyoroti kondisi lingkungan permukiman, khususnya terkait ketersediaan air bersih dan sanitasi yang belum merata. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap kesehatan keluarga dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Air bersih belum selalu tersedia. Kalau air tangki belum datang, kami terpaksa menggunakan air dari sumber terbuka untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar warga lainnya.

Sebagai bentuk inovasi, Muhammad Ghifari bersama tim Ekspedisi Patriot mengembangkan pendekatan pemetaan masalah kesehatan berbasis wilayah. Data hasil FGD tidak hanya dihimpun secara naratif, tetapi juga dianalisis dan dipetakan secara spasial untuk melihat sebaran permasalahan kesehatan di setiap desa transmigrasi. Pendekatan ini memungkinkan permasalahan kesehatan masyarakat dipahami secara lebih komprehensif dan kontekstual sesuai karakteristik wilayah.

Inovasi lainnya terletak pada pelibatan tokoh adat dan tokoh agama sebagai penguat promosi kesehatan. Menurut Dr. Ayun Sriatmi, S.KM., M.Kes., tokoh adat dan tokoh agama memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di masyarakat, sehingga keterlibatan mereka menjadi strategi penting dalam meningkatkan penerimaan pesan kesehatan dan mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pendekatan kesehatan yang melibatkan tokoh adat dan tokoh agama memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan perilaku hidup sehat di kawasan transmigrasi,” jelas Dr. Ayun Sriatmi.

Melalui integrasi FGD partisipatif, pemetaan masalah kesehatan berbasis wilayah, serta penguatan peran aktor lokal, kegiatan yang dilakukan oleh Muhammad Ghifari dan tim Ekspedisi Patriot ini menghadirkan pendekatan inovatif dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat di kawasan transmigrasi Kodi–Loura–Wewewa.

Dokumentasi FGD Bersama para OPD

Dokumentasi FGD Bersama Para Tokoh Adat,Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama

Dokumentasi Diskusi Kesehatan dengan Staff Puskesmas