Fakultas Kesehatan Masyarakat Univesitas Diponegoro melakukan Inisiasi Penyusunan Dokumen Kebijakan Strategi Pengendalian Malaria di Ibukota Nusantara (IKN). Inisiasi ini sebagai tindak lanjut MOU antara Universitas Diponegoro dengan Otorita Ibukota Nusantara, dan Perjanjian Kerjasama antara Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan Direktorat Pelayanan Dasara Otorita Ibukota Nusantara (OIKN). Kebijakan dan Strategi ini disusun berdasarkan hasil penelitian Karakteristik Molekuler Vektor Malaria di wilayah IKN, yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Mursid, M.Si, Moh. Fauzi, SKM, M.Ph, Ph.D, Dr. Sulistyani, M.Kes, dan tim peneliti lain. Hasil penelitian lain berasal dari Loka Labkesmas Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Panajam Paser Utara (PPU) dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
Direktorat Pelayanan Dasar OIKN, menyediakan data dukung dan Kebijakan berupa, Dokumen Rencana Strategis Ibukota Nusantara 2025-2030. Dana penyusunan berasal dari kerjasama antara Universitas Diponegoro melalui Dana World Class University (WCU), program Sustainability, dengan kegiatan Kerjasama Dunia Kerja dan Dunia Indutri. Pihak OIKN menyediakan fasilitas pertemuan dan akomodasi kegiatan.
Dalam sambutanya Dr. Suwito, SKM, M,Kes, selaku direktour pelayanan dasar memberikan apresiasi kepada Universitas Diponegoro, yang melakukan inisiasi penyusunan kebijakan dan strategi ini. Dokumen ini berikut nya akan di proses untuk memperoleh kekuatan hukum berupa Peraturan Kepala Otorita yang setara dengan Peraturan Menteri.
Prof. Dr. Ir. Mursid, M.Si menyampaikan bahwa Kebijakan Strategi ini disusun merujuk pada kebijakan global pengendalian malaria, Kebijakan Nasional pengendalian malaria, Rencana Strategis Ibukota Nusantara. Pendekatan Integrated Vector Management (IVM) sebagai arah dalam menyusun dokumen, dengan memperhatikan Pembangunan IKN sebagai Spong City, Smart City, dan Forest City. Konsep-konsep teknologi modern diusulkan dalam pengendalian vector, untuk menciptakan kota yang ramah lingkungan, berkelanjutan, cerdas, dan layak huni.
