Fakultas Kesehatan Universitas Diponegoro Galakkan Penguatan Ketahanan Pangan dan Kesehatan di Desa Tugurejo Melalui Program Terpadu

Semarang, 27 September 2025 – Fakultas Kesehatan Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan kesehatan lingkungan di Desa Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Kegiatan ini diadakan sebagai respons terhadap tantangan lingkungan pesisir, terutama dampak perubahan iklim, banjir rob, serta meningkatnya risiko penyakit tular vektor dan penyakit berbasis air di wilayah tersebut.

Wilayah pesisir Tugurejo dikenal sangat rentan terhadap banjir rob, abrasi pantai, dan penurunan muka tanah, yang secara langsung berdampak pada ekonomi warga dan meningkatnya potensi penyakit berbasis lingkungan. Melalui program ini, UNDIP menggagas pelatihan budidaya lebah madu mangrove serta pengendalian penyakit tular vektor, seperti demam berdarah dan leptospirosis, dengan solusi berbasis komunitas dan pendekatan nature-based solution.

Dokumentasi hari pertama pengabdian Masyarakat bersama warga Kelurahan Tugu, Kecamatan Tugu, Kota Semarang

Kegiatan yang berlangsung pada 26-27 September 2025 ini menghadirkan para ahli dari Universitas Diponegoro, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Puskesmas Karanganyar, Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), serta kolaborasi internasional dengan Universiti Sains Malaysia. Pelatihan diikuti oleh warga pesisir, kader kesehatan, kelompok pemuda, dan kelompok nelayan dengan target minimal 20 peserta. Peserta mendapatkan keterampilan dalam budidaya lebah madu, pemeliharaan, hingga pascapanen, serta teknik pengendalian rayap, kutu busuk, dan kecoa menggunakan inovasi lingkungan.

Selain peningkatan kapasitas masyarakat, harapannya kegiatan ini juga menghasilkan terbentuknya kelompok binaan pengelola stup lebah madu mangrove, produk madu mangrove hasil panen perdana, dan prototipe alat perangkap serangga berbasis daur ulang. Modul pelatihan dan video dokumentasi turut dihasilkan sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat signifikan setelah mengikuti rangkaian kegiatan, memperkuat kesiapsiagaan komunitas pesisir dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan memperbaiki kualitas hidup.

Dr. Ir. Martini, M.Kes, selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan, “Program ini merupakan langkah strategis yang mengintegrasikan aspek ekonomi, kesehatan, dan lingkungan agar masyarakat pesisir semakin tangguh menghadapi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan taraf hidup melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.”

Fakultas Kesehatan UNDIP berharap program pengabdian masyarakat ini dapat menjadi model inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk daerah pesisir lainnya di Indonesia.

Dokumentasi hari kedua kegiatan pengabdian masyarakat di Mangrove Tapak untuk melihat potensi madu mangrove secara langsung.