Pembekalan PBL Sebagai Entry Point Mahasiswa FKM Berperan dalam 1000 Hari Pertama

Senin, 16 Oktober 2017 bertempat di Hotel Grasia Semarang. [Best_Wordpress_Gallery id="3" gal_title="Pembekalan PBL"]
(FKM-UNDIP/HUMAS)

Fire Fighting & Rescue Training Membentuk Generasi Baru Yang Siap Melawan Api

Sabtu, (09/09) telah di laksanakan kegiatan Fire Fighting And Rescue Training 2017 yang di adakan oleh KSR PMI unit FKM Undip bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang telah dilangsungkan di Hall D FKM Undip pada jam 08.00 WIB. Upacara Pembukaan FFRT 2017 dihadiri oleh Yuliani Setyaningsih, SKM, M.Kes selaku perwakilan dari Dekan FKM Undip, Bina Kurniawan S.KM, M.Kes selaku pembina KSR PMI Unit FKM Undip, dan tamu undangan Hadi Anwar S.Kom.  Acara ini diawali dengan materi pertama yaitu tentang "PP (pertolongan pertama) pada korban kebakaran"yang dijelaskan oleh Bapak Ahmad Habib dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, pada sesi ini terdapat praktek dan sesi tanya jawab. Materi kedua yaitu tentang "Teori Api Dan Pengenalan Alat-Alat Kebakaran Tradisional Dan Modern"oleh Kustriwandono, dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, pada kegiatan ini terdapat sesi tanya jawab dengan peserta. Materi ketiga yaitu "evakuasi" oleh Suhartoto, S.H dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang pada sesi ini terdapat sesi praktek dan sesi tanya jawab. Pada saat makan siang, panitia FFRT 2017 mengundang Ukm-f Studio 8 untuk memeriahkan kegitan FFRT 2017. Setelah solat dan makan siang kegiatan FFRT 2017 selanjutnya yaitu Praktik menggunakan peralatan pemadam kebakaran Alat pemadam api traditional (APAT) dan alat pemadam api ringan (APAR) bersama dinas pemadam kebakaran di halaman dekanat FKM Undip. Kegiatan selanjutnya adalah simulasi besar yaitu Simulasi penanggulangan bencana kebakaran. Pada simulasi ini terdapat proses evakuasi dan pemadaman api pada kebakaran yang di laksnakan di Gedung D lantai 1 dan 2, pada kegiatan ini perserta di bagi atas 2 kelompok besar. Setelah simulasi besar, peserta FFRT 2017 melakukan praktek mengunakan hidran yaitu dengan mobil pemadam kebakaran, peserta berkesempatan merasakan sensasi memadamkan api seperti pemadam kebakaran, peserta melakukannya dengan antusias. Peserta FFRT 2017 pun kembali ke Hall D dengan basah-basah dan berganti baju, kegiatan selanjutnya yaitu undian berhadiah untuk 2 orang, pengumuman peserta terbaik dan pengumuman pemenang photocontest. Dengan di akhiri pembacaan doa maka berakhirlah kegiatan FFRT 2017.   Fire Fighting And Rescue Training adalah kegiatan pelatihan yang dilakukan untuk memberikan kecakapan dasar tentang pertolongan pertama pada kebakaran dan cara menanggulangi api kepada seluruh peserta Se Jateng-DIY. Selain itu, Fire Fighting And Rescue Training ini dilaksanakan sampai jam 18.00 WIB. Jumlah peserta dalam kegiatan Fire Fighting And Rescue Training ini adalah 165 orang peserta. Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan di dalam ffrt 2017 ini, diharapkan dapat mencetak generasi-generasi baru yang tanggap dan memiliki kecakapan dalam melakukan kegiatan-kegiatan pertolongan pertama dan penanngulangan api dalam kebakaran.
(FKM-UNDIP/HUMAS)

NLRI Dukung FKM Undip Lakukan Penelitian Kasus Penyebaran 3 Penyakit di Indonesia (rri.co.id)

KBRN, Semarang : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip) Semarang, Senin (4/9/2017) mengadakan Workshop Diseminasi hasil dari penelitian dengan Netherlands Leprosy Relief Indonesia (NLRI)� terkait penyakit Kusta, Limphatic Filariasis dan Diabetes Millitus di Indonesia. Acara yang berlansung di Bergas Ungaran, Kabupaten Semarang tersebut dihadiri langsung oleh Country Director of NLRI, Monique Soesman. �Jadi tujuan dari Workshop ini karena kita menganut kebijakan akuntabilitas. Suatu kegiatan ketika kita hanya datang ke tempat masing-masing dampaknya tidak akan membuat semua yang terkait itu bisa berkomunikasi. Dan karena ada fasikitas dari NLRI untuk mebiayai kegiatan ini, maka kami berusaha mengundang tidak hanya dari birokrat, tapi ada komunitas difabel seperti dari tuna rungu, tuna netra, tuna wicara, tunagrahita dan lain-lain,� tutur Dekan FKM Undip, yang juga sebagai ketua tim peneliti, Hanifa Maher Denny, SKM, MPH, Ph.D seusai menjadi moderator Workshop. Hanifa menambahkan, dari hasil workshop ternyata banyak ide yang mungkin dari pihak perguruan tinggi selama ini justru belum mengetahui secara mendasar praktek yang dilakukan di lapangan. �Ide-ide dari mereka itu akan kami ramu menjadi masukan, supaya dalam pelaksanaan program ada inovasi. Dimana inovasi itu diharapkan tidak membuat monoton dan bisa menarik perhatian. Karen ini dulu judulnya penyakit terabaiakan atau niglets diseases,� imbuhnya. Menurutnya, ini memang merupakan cirikhas daerah tropis, ada penuh cacing, ada infeksi dan sebagainya, sehingga filariasis atau Kaki Gajah dan Kusta yang sebetulnya di Perguruan Tinggi sudah sangat sedikit sekali dibahas, tapi ternyata boom, atau banyak sekali kasus di masyarakat. �Untuk itulah kami dari perguruan tinggi FKM Undip, mengingatkan kembali secara ilmiah, dan nanti dikelola bersama-sama untuk diramu menjadi usulan model bagi pemerintah dalam mensukseskan program eliminasi ini,� tegasnya. Lebih lanjut Hanifah menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada di nomor 3 dalam hal filariasis, dan Kusta masih banyak daerah yang merah, padahal Indonesia sudah merdeka 72 tahun. �Inikan yang mengagetkan, di Cirebon ditemukan, di Brebes juga ditemuka. Bahkan Pekalongan yang kota itu tidak lulus, padahal sudah minum obat masal selama 5 tahun, tetapi diverifikasi oleh WHO masih tetap daerah indemis. Sehingga mulai bulan Oktober nanti harus mengulang 2 tahun lagi. Sehingga itulah pentingnya kerjasama NLR ini dengan FKM Undip,� pungkas Hanifa Maher Denny. Sementara Country Director of NLRI, Monique Soesman menuturkan bahwa Work shop ini bertujuan untuk memaparkan, membagi hasil dari salah satu riset� tentang bagaimana bisa menangani 3 penyakit sekaligus yaitu Kusta, Limphatic Filariasis dan Diabetes Mellitus secara menyeluruh dan terkombinasikan. �Sebetulnya kami mendukung dan Undip yang melakukan kerja keras untuk maping ini. Karena kami merasa sayang sekali kalau penyakit-penyakit ini tidak ditangani dengan baik. Dan untuk mendapatkan suatu solusi kami mendukung riset ini untuk maping dimana ada kesenjangan atau hal-hal yang belum ada, supaya nanti dari hasil ini bisa menciptakan satu model, satu ide yang bagus yang bisa diterapkan untuk menangani 3 penyakit ini sekaligus,� ucapnya. Selama work shop, Monique mengaku beberapa kali mendengar dari peserta bahwa salah satu faktor yang sangat mempengaruhi 3 penyakit ini ditangani terlambat karena stigma di masyarakat sendiri yang enggan untuk memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas atau ke dokter karena malu, sebab penyakit yang dideritanya dianggap penyakit aneh. �Jadi stigma itu yang menghambat masyarakat untuk pergi ke puskesmas atau ke dokter karena �merasa mempunyai penyakit yang aneh. Mendingan saya tidak pergi ke Rumah sakit atau ke Puskesmas. Jadi lebih baik saya diam saja. Nah itu justru mengakibatkan nanti terlalu jauh, dan dia akhirnya akan menjadi penyandang disabilitas. Jadi kami mengharapkan sekali dengan riset ini kita bisa mencegah dari penyakit-penyakit ini tidak sampai menjadi disabilitas,� pungkas Monique Soesman. Workshop sehari yang menghadirkan narasumber dari Subdit Kusta dan Subdit Filariasis Kementerian Kesehatan RI tersebut, diantaranya dihadiri perwakilan dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Perhimpunan Tuna Netra (Pertuni), Komunitas Sahabat Difabel Semarang, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, Rumpun Anak Gangguan Pendengaran, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan instansi terkait lainnya. (DNA/HF) Sumber: http://rri.co.id/post/berita/430959/kesehatan/nlri_dukung_fkm_undip_lakukan_penelitian_kasus_penyebaran_3_penyakit_di_indonesia.html
(FKM-UNDIP/HUMAS)

MAHASISWA FKM KKN TEMATIK MEMPELOPORI PENDIRIAN POS UPAYA KESEHATAN KERJA (UKK) DI DESA KARANGREJO , KEC. JUANA, KAB. PATI

Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau yang sering disingkat dengan istilah K3 merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam setiap pelaksanaan kerja. K3 merupakan sebuah tanggung jawab dan investasi masa depan. Pada dasarnya filosofi dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah melindungi keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya yang berimbas pada kinerja perusahaan. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Univesitas Diponegoro selaku Tim KKN PPM Tematik UMKM Kuningan Juwana untuk menerapkan program K3 yang baik dan tepat pada UMKM Kuningan di Kecamatan Juwana yang terdiri dari tiga desa pengabdian yaitu Desa Beringin, Desa Karangrejo, dan Desa Tluwah. UMKM Kuningan Juwana memiliki potensi produksi yang sangat besar, hal ini dibuktikan oleh produk-produk yang dihasilkan bagus dan terjangkau oleh para distributor atau konsumen lainnya. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam proses kesalamatan kerja di masing-masing UMKM Kuningan Juwana. Para pekerja masih menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seadanya dan sistem tata letak ruang UMKM yang belum tertata dengan baik. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan beberapa program yang dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Program-program ini juga disusun sedemikian rupa dengan mencakup K3 mulai dari pencegahan hingga pengobatan atau penanggulangan kecelakaan kerja. Salah satu program mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang merupakan ikon utama dari K3 UMKM Kuningan Juwana adalah pengadaan POS Upaya Kesehatan Kerja di UMKM Saestu Makaryo Desa Karang Rejo. POS UKK ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dikelompok pekerja informal utamanya di dalam upaya promotif, preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerja. Pendirian Pos UKK ini, dimotori oleh Mahasiswa FKM, terutama oleh Mahasiswa Peminatan Kesehatan & Keselamatan Kerja ( K3 ). Pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017, diadakan acara peresmian POS UKK UMKM Saestu Makaryo. POS UKK ini diresmikan oleh Sutriyono selaku kepala desa Karang Rejo didampingi oleh Yudhy Dharmawan, SKM, M.Kes selaku pembimbing KKN PPM Tematik UMKM Kuningan Universitas Diponegoro serta Mus Mugiyono sebagai kepala UMKM Saestu Makarya desa Karang Rejo. POS UKK ini merupakan pos pelayanan terkait kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja UMKM Saestu Makaryo.


Gambar 1. Pemotongan pita sebagai simbolis peresmian POS UKK UMKM Kuningan Saestu Makaryo oleh Sutriyono selaku kepala desa Karang Rejo Acara peresmian POS UKK tersebut dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari Dinas Kesehatan Juwana, Bappeda, Perwakilan Kecamatan Dosen-Dosen Universitas Diponegoro serta para pekerja UMKM Saestu Makaryo. POS UKK tersebut nantinya akan dikelola langsung oleh kader-kader UMKM Saestu Makaryo yang sudah diberikan pelatihan dan sosialisasi sebelum POS UKK diresmikan. Pelatihan dan sosialisasi tersebut juga bekerjasama dengan Puskesmas Karang Rejo dan Dinas Kesehatan Karang Rejo. Keberadaan POS UKK ini diharapkan dapat meningkatkan pencegahan dan Promosi Kesehatan� Kerja di UMKM Saestu Makaryo. 
(FKM-UNDIP/HUMAS)

Informasi Uji Kompetensi Periode Oktober 2017

Berikut ini merupakan informasi tanggal penting terkait UKSKMI periode Oktober 2017.  Info selanjutnya dapat melalui link dibawah ini: http://ukskmi.fkm.ui.ac.id/berita-40/alur-pendaftaran-ukskmi-07-oktober-2017.html
(FKM-UNDIP/HUMAS)

Page : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28,


NEWS
website masih dalam perbaikan